11/30/2008

Istikhomah


Malang “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan”. ( Q.S. Al-Ahqâf/46: 13-14.)

Ketika Rasulullah SAW. diminta oleh salah seorang sahabat untuk menjelaskan bagaimana beragama Islam yang baik, maka dengan kata-kata singkat beliau memerintahkan agar sahabat itu beriman kepada Allah dan beristiqamah. Dua kata-kata yang singkat dan mudah diucapkan, îmân dan istiqâmah, tapi mengandung makna yang sangat dalam yang tidak semua orang dapat melaksanakannya. Jumhur ulama memahami îmân sebagai suatu sikap yang meliputi keyakinan dalam hati, ucapan lisan, dan perbuatan oleh seluruh anggota tubuh. Sedangkan istiqâmah dipahami sebagai teguh pendirian, mempunyai prinsip, dan terus menerus dalam ketaatan melaksanakan amal saleh.

Dalam diri setiap muslim pusat keimanan terletak di dalam qalb (hati). Karena sifat hati yang selalu berubah-ubah, sebagaimana arti kata qalb itu sendiri, maka keimanan yang berada didalamnya dapat mengalami perubahan-perubahan. Itulah maka iman itu dapat bertambah dan berkurang. Semakin bersih seorang membersihkan hatinya, yang oleh Imam al-Ghazali digambarkan sebagai sebuah cermin, maka semakin bertambah tingkat keimanannya karena cahaya Illahi dapat memantulkan sinar terang ke dalam dirinya. Tapi bila seorang semakin malas membersihkan cermin hatinya itu dan membiarkannya dikotori oleh tebalnya debu kemaksiatan, maka semakin kurang dan menipis keimanan dalam hatinya karena pantulan cahaya Illahi sudah tidak tampak lagi.

Karena watak hati yang berubah-rubah sehingga mengakibatkan keimanan dapat bertambah dan berkurang, maka kita dituntut untuk memelihara hati itu agar selalu beristiqamah. Yaitu keteguhan hati dalam memegang teguh keimanan, mempunyai prinsip yang tegas dalam membela kebenaran, dan kecintaan terhadap setiap amal saleh secara terus menerus dan untuk semua orang. Bukan suatu keimanan sesaat, membela kebenaran kalau ada kepentingan pribadi atau kelompok, dan hanya bersikap angin-anginan dalam beramal saleh.

Agar istiqamah itu dapat tercapai, maka kita harus melatih diri kita secara sungguh-sungguh, berusaha agar setiap amal perbuatan kita diikuti dengan tiga rangkaian kata ijtihad, mujahadah, dan jihad. Dengan berijtihad kita dapat memastikan bahwa tindakan kita adalah suatu pilihan terbaik setelah melalui pertimbangan-pertimbangan yang mendalam. Tindakan itu harus diikuti dengan mujahadah (upaya yang sungguh-sungguh) dan terus menerus jangan sampai berhenti di tengah jalan. Dan tentu saja semuanya harus disertai dengan jihad (suatu perjuangan keras yang berkesinambungan) yang membutuhkan pengorbanan-pengorbanan dalam berbagai bentuk, seperti: tenaga, harta, pikiran, bahkan nyawa. Tanpa tiga hal itu, sulit rasanya istiqamah dapat terwujud dalam kehidupan kita.

Rasanya istiqamah harus dijadikan sebagai budaya setiap muslim. Kita semestinya sudah bosan dengan sikap plin-plan yang selalu kita lakukan. Sehari berkata begini, besoknya berkata begitu. Seminggu berbuat baik selebihnya kemaksiatan dikerjakan. Hati kita sering luluh dan hanyut ke dalam keindahan dunia, kenikmatan materi, dan bau harum kekuasaan. Kita sering tidak mampu meneguhkan hati dan memegang prinsip untuk berkata “tidak” terhadap keserakahan, kebiadaban, dan kezaliman. Sudah saatnya kita kembali kepada pesan Rasulullah SAW.: “memperteguh keimanan, kemudian beristiqamah”, dan itu artinya kita telah melaksanakan petunjuk agama secara benar dan akan mendapatkan balasan sebagaimana yang telah dijanjikan Allah dalam firman-Nya. Insyâ Allâh. Amien.

''Al istiqomatu Qoiru min alfi karomah'' Istikhomah itu lebih baik dari pada seribu karomah

istiqomah memang butuh proses... alon- alon..... pokok kelakon.. yaaa....harus sabarrr........insya'Alloh pekerjaan yng tadinya sulit /berat akan menjadi ringan dengan sabar dan istikhomah

Bersabarlah

Seorang muslim sejati tidak pernah terlepas dari tiga keadaan yang merupakan tanda kebahagiaan, yaitu bila dia mendapat nikmat maka dia bersyukur, bila mendapat cobaan maka dia bersabar dan bila berbuat dosa maka dia beristighfar. Sungguh menakjubkan keadaan seorang muslim. Bagaimanapun keadaannya dia tetap masih bisa menuai pahala.

Betapa Mulianya Sabar

Diantara ketiga keadaan ini datangnya cobaan demi cobaan terkadang membuat hati kita mendongkol, lisan menggerutu dan tangan melayang lempar sana, lempar sini, tonjok kanan tonjok kiri. Lalu apa hasilnya? Ingatlah saudaraku semoga Alloh merahmatimu, sesungguhnya Alloh menjanjikan kebersamaan-Nya yang istimewa bagi orang-orang yang mau bersabar. Alloh Ta’ala berfirman, “Dan bersabarlah kalian sesunguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar.” (Al Anfal: 46). Inilah kebersamaan khusus yang Alloh janjikan berupa penjagaan, pertolongan dan pembelaan di saat yang dibutuhkan. Bahkan dengan kesabaran jugalah kepemimpinan dalam agama bisa diraih. Alloh Ta’ala berfirman, “Dan Kami telah menjadikan pemimpin-pemimpin di kalangan mereka (Bani Isro’il) yang membimbing dengan petunjuk dari Kami tatkala mereka mau bersabar dan senantiasa meyakini ayat-ayat Kami.” (As Sajdah: 24). Sehingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Dengan sabar dan yakin itulah akan bisa diraih imamah/kepemimpinan dalam ad dien.”

Dan sifat sabar termasuk salah satu ciri yang melekat pada diri para Rosul manusia-manusia paling mulia di atas muka bumi. Alloh Ta’ala berfirman, “Sungguh para Rosul sebelum engkau (Muhammad) telah didustakan maka mereka pun bersabar terhadap pendustaan itu, dan mereka disakiti hingga tibalah pertolongan Kami.” (Al An’am: 34). Demikianlah betapa agungnya sabar. Sampai-sampai Rosul bersabda, “Sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran.” (Arba’in no. 19)

Pengertian Sabar dan Macam-Macamnya

Sabar adalah menahan jiwa dari mendongkol, menahan lisan dari berkeluh kesah dan marah serta menahan anggota badan dari melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan seperti menampar-nampar pipi atau merobek-robek kerah baju (Al Jadid fi Syarhi Kitab At Tauhid, hlm. 314). Sabar ada tiga macam; (1) Sabar dalam ketaatan, (2) Sabar dalam menahan diri dari melakukan kemaksiatan dan (3) Sabar dalam menghadapi takdir Alloh yang terasa menyakitkan.

Di antara ketiga macam sabar ini,sabar dalam ketaatan adalah macam sabar yang tertinggi. Namun adakalanya bersabar dalam menahan diri dari kemaksiatan justeru lebih berat daripada bersabar dalam ketaatan. Syaikh Al Utsaimin menjelaskan, Seperti misalnya cobaan yang menimpa seorang laki-laki berupa godaan wanita cantik yang mengajaknya untuk berzina di tempat sunyi yang tidak diketahui siapapun selain Alloh, sementara laki-laki ini masih muda dan memendam syahwat dalam dirinya. Maka bersabar agar tidak terjatuh dalam maksiat seperti ini menjadi lebih sulit bagi jiwanya. Bisa jadi mengerjakan sholat seratus rokaat itu lebih ringan baginya daripada harus menghadapi beratnya ujian semacam ini. (Al Qoulul Mufid, Syaikh Al Utsaimin)

Alloh Ta’ala berfirman, “Alloh mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imron: 146). Ujian demi ujian hendaknya justeru menempa kepribadian kita agar menjadi hamba yang semakin dicintai oleh Alloh Ta’ala, yang bersyukur bila mendapat nikmat, bertaubat bila berdosa dan bersabar dalam ketaatan, dalam menghindari maksiat dan tatkala menghadapi musibah. Wallohul musta’aan.

11/28/2008

Tersenyumlah

''Senyuman memiliki keindahan dan pancaran kemuliaan, ibarat-ibarat yang terpancar dari wajah orang yang memberinya. Suatu hal yang tentunya tidak didapatkan pada wajah orang-orang yang cemberut dan bermuram durja. Bahkan kata ''senyuman'' yang kita buat atau keluarkan dari mulut kita menjadikan seluruh anggota tubuh kita ikut tersenyum. Orang-orang yang murah senyum dalam hidup ini, mereka pada hakikatnya adalah orang-orang yang sedang bersedekah. Sebagaimana sabda Rasul Mulia Muhammad Shallallahu ''Alaihi wa Sallam: {Senyuman yang kau berikan kepada saudaramu adalah sedekah}. Yaaaa.., sedekah. Karena anda memberikan penyejuk raga yang baik anda maupun saudara anda itu tidak mengetahuinya. Engkau bersedekah kepadanya dengan satu buah senyuman indah yang keluar dari hati yang mulia. Bisa jadi pada saat itu saudara anda tersebut lagi dirundung duka nestapa, kesedihan, dst., dan anda datang dengan sebuah senyuman yang sejuk penuh pengertian. Itulah mengapa senyuman tulus dalam Islam dimasukkan sebagai salah satu bentuk dari bermacam bentuk sedekah.
Cobalah tanyakan diri anda, mana yang lebih nyaman dirasakannya, apakah ketika berhadapan dengan orang yang murah senyum, atau ketika berhadapan dengan orang yang suka cemberut, tanpa ekspresi? Coba bandingkan...
Lalu mengapa tidak kita ajak diri-diri kita untuk kembali kepada senyuman tulus, apalagi dengannya kita bisa menambah beratnya timbangan amalan kita. Sabda Rasulullah Shallallahu ''Alaihi wa Sallam: {Sesungguhnya kalian tidak dapat mencukupi kebutuhan manusia dengan segala harta yang kalian miliki, akan tetapi mereka akan tercukupi dengan wajah bersahabat dan akhlak yang baik}. Beliau juga bersabda: {Janganlah sekali-kali kalian memandang remeh sebuah amal shaleh, walaupun itu hanya berupa sebentuk wajah ramah ketika berhadapan dengan saudaramu}.
Senyuum dooong Senyum yaaa....

''Air Mata Terbaik''
Air mata terbaik dalam kehidupan manusia adalah air mata yang mengalir karena mengingat keagungan Sang Khalik dan besarnya dosa dan maksiyat yang telah diperbuat diri...
Air mata kehangatan yang keluar dari dorongan hati yang takut dan tunduk patuh kepada Allah Ta''ala. FirmanNya: {{Mereka tunduk, sujud, menangis, dan bertambahlah kekhusyu''an mereka}}. Air mata ini kemudian memberikan efek kepada hati sang manusia yang bertobat, kembali kepadaNya Ta''ala, menjadikannya memperbanyak istighfar. FirmanNya: {{Maka berkata Nuh kepada kaumnya: mohon ampunlah kalian semua kepada Rabb kalian, sesungguhnya Ia Maha Pemberi Ampun. Dia akan menurunkan kepada kalian hujan, harta yang banyak, dan keturunan. Dia juga akan menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai}}.
Mataku mengapa kau tidak menangis krn dosaku
telah ku sia siakan air mataku dari lisan ,dan tangan ku
sementara aku tak pernah menyadarinya .
Ya...Alloh karunikanlah pada hamba rezeki berupa air mata atau mata yng selalu menangis karena MU, mata yng takut kepada MU,sebelum terwujudnya air mata yng kering,
Ya... Alloh aku berlindung kepada MU dari tipu daya Iblis, tipu daya dunia
,gundah gulana dan segala Intimidasi kesesatan

Ku kuatkan diriku dengan pasrah
kehadiran tuhan atas segala takdir yang menimpa ,
karena aku sadar jutaan air mata yang ku keluarkan tak khan mampu mengubah ini
semua.., adapun sujud syukur ku tak puaskan anganku

bukan nya Cengeeeng siiiihhh....tp itulah Do'a Q

11/27/2008

Rintihan malam Q

Demi Alloh ,matahari tidak terbit juga tidak terbenam
Tetapi engkau tetap di hati ku dan di dalm pikiran ku..
Aku tidak duduk juga tidak berkumpul dengan teman 2 ku
Tetapi engkaulah obrolan ku di antara mereka
Aku tidak mengingat mu dalam kesedihan,dan kesenangan
Tetapi cintamu dan cintaku terselip di dalam nafasku
Aku tidak ingin meminum air ketika dahaga
Tetapi gambaran mu, aku memimpikan nya di dalam gelas.
Jika aku mampu datang kepadamu, aku pasti datang dengan menarik wajah ku
Atau berjalan di atas kepalaku
Gambar mu ada di mataku,dan bayang mu ada di lisan ku
Tempat tinggal mu ada di hati ku,kemana engkau akan pergi
Dan kmana engkau bersembunyi


“Wahai kekasih ….,hatiku gila karena mu
jangan ragu ragu datang lah ke rumah ku dan bukalah pintunya
sungguh ini adalah rumah mu juga,
lebih manis engkau dari pada madu
semenjak aku mengenal mu hatiku terasa utuh
sementara aku adalah insan yang Cacat.

Aku menangis tersedu** semalaman di hadapan NYA
Aku bertanya kepadaNYA,mengapa orang**muslim begitu memalukan
Meskipun mnereka (mukmin)punya hati, namun hati merteka hampa dari kekasih cintanya

Kaulah permata yng di cari,selama ini baru ku temui
Tapi itu tak pasti rencana Illahi
Apakah dia khan ku miliki…..


Ya ..Alloh…. jika dia bukan milik ku,Damaikanlah hatiku dengan ketentuan MU
Dan jika memang dia milik ku dekatkanlah hati nya dengan hati ku
Dan jadikanlah hamba MU senantiasa selalu di bawah rahmat MU…….


"aq(hasan)tlah menikah mempelaiku adlh Da'wah, &Alloh jd walinya ,..jiwa, raga&harta sbg mahar, syahid sbgai saksi &jannah adlh tmpt bulan Madu ku ''yaa' Alloh butakan mataku dr sesuatu yng mnyebabkan butaku pada MU...

11/25/2008

Anak belajar dari lingkungan

''Persoalan Manusia tidak bisa di atasi dengan cara Hewan''
1 :Jika Anak selalu d icela di marahi,di caci maki,maka dia akan belajar jadi penuduh jadi penfitnah ,dan jadi pendendam
2 :Jika Anak selalu di musuhi ,maka jika akan belajar jadi tukangtawuran ,berkelahi,pembunuh dll....
3 :Jika Anak selalu di Ejek ,maka dia akan jadi pemalu,pendiam dan minder
4 :Jika Anak selalu diajari untuk punya rasa malu , maka dia akan merasa bersalah
5 :Jika Anak selalu di beri Dorongan ,motivasi,optimis,maka dia akan menjadi Yakin dan semangat
6 :Jika Anak selalu di hargai maka dia akan belajar untuk menghargai
7 :Jika Anak selalu di perlakukan dengan semestinya tidak manja ,atau d paksa ''sedang2aj laaah..,maka dia akan belajar jadi adil,toleransi dan mandiri
8 :Jika Anak selalu di buat nyaman,aman,mka dia akan jadi PD
9 :Jika Anak selalu di manja maka dia jadi egois
10:Jika Anak selalu di benarkan , maka ia akan akan belajar mencintai dirinya
11:Jika sudah ga' di percaya ,maka dia akan menjadi Frustasi
12:Jika Anak selalu di terima dengan senang hati, keAkraban, kekeluargaan, maka dia akan mencari kecintaan di Dunia ini

Maka dari itu wahai Walidain diik lah Anak2mu dng cara yng santun ,arif,dan bijaksana dengan tidak di nodai oleh nafsu Agar di batasi dengan Syariat NYA......Makanya Anak itu jangan d umbar mentang2 anak nya paling cakep,,paling Cantik di biarin bergaul apa maw nya entar klw ke Duplikat (double weteng) siapa yng malu dan yng salaah hayooooo Citra ortu nya pasti kasiaaan deech..looo......

11/24/2008

tangisan ibu adalah HIDAYAH

Ketika kecil aku memberimu makan,
Ketika Kau dewasa aku selalu menjagamu
kau pun minum dari hasil jerih payah ku
Di malam hari jika kau sakit, sepanjang malam
Aku selalu memikirkan penderitaan mu
hingga tubuh ku sempoyongan menahan kantuk ,seakan akan
saat itu akulah yang sakit.
Air mataku berlinang kawatir,engkau mati meninggal kan ku
Padahal aku tau bahwa ajal telah d tentukan
Tapi kenapa, ketika kau mencapai usia matang''baligh''
di saat ku harapkan dirimu,justru kau balas aku dengan kekejaman
dan ucapan kasar,seakan akan selama ini engkaulah yng berbuat baik pada penderma
Andai kau menganggap ku bukan sebagai orang tua,maka perlakukanlah sebagai tetanggamu.kemudian kau santuni aku dengan harta yng bukan milikmu
dan kau tidak kikir terhadap ku
''sungguh kau dan hartamu adalah milik orang tua mu''